Rabu, 02 November 2016

Mengenal 2 Jenis Bata Ringan, AAC dan CLC


Di Indonesia, setidaknya terdapat dua jenis bata ringan yang biasa digunakan untuk membuat dinding bangunan. Di antaranya meliputi bata ringan AAC (Autoclaved Aerated Concrete) dan bata ringan CLC (Cellular Lightweight Concrete). Nah, pada kesempatan kali ini mari kita bersama mengenal lebih jauh tentang masing-masing bata ringan tersebut dan perbandingannya.
Bata Ringan AAC (Autoclaved Aerated Concrete)
bata-ringan-aac.jpg
Bata ringan berjenis AAC terbuat dari pasir silika, semen, kapur, dan air. Bahan-bahan tersebut lantas dicampurkan sedemikian rupa, lalu dimasukkan ke dalam mesin autoclaved. Pemrosesan dengan mesin ini dilakukan menggunakan uap bertekanan tinggi yang bersuhu 200 derajat celcius sehingga memicu terjadinya reaksi antara pasir silika dan kapur. Hasilnya berupa bata yang memiliki pori-pori udara di dalamnya sehingga berbobot lebih ringan.

Berat jenis bata ringan AAC kurang lebih sekitar 650 kg/m3. Walaupun mempunyai pori-pori di dalamnya, material ini tidak menyerap air karena pori-porinya tidak saling berhubungan. Bahkan bata ringan AAC termasuk bahan bangunan yang memiliki daya serap air yang rendah. Lebih lanjut bata ringan AAC juga mempunyai densitas terendah, rasio kepadatan yang baik, dan kuat tekannya tinggi.

Bata Ringan CLC (Cellular Lightweight Concrete)
bata-ringan-clc.jpg
Bahan baku yang dipakai untuk membuat bata ringan CLC yaitu semen, pasir, foam (busa organik), dan air. Kebanyakan produsen memanfaatkan semen portland, meski penggunaan semen lain pun tidak terlalu bermasalah. Untuk pasirnya, pilih pasir sungai yang berukuran 4, 6, atau 8 mm tergantung tingkat kepadatan bata ringan yang diharapkan. Penambahan foam berfungsi sebagai media untuk membungkus gelembung-gelembung udara agar terjebak di dalam bata ringan.
Kualitas suatu hasil produksi bata ringan CLC bisa disesuaikan dengan mudah, mulai dari tingkat masa jenisnya 350-1.800 kg/m3 hingga berat jenisnya 1,5-30 N/m2. Namun tingkat kepadatan yang umum digunakan ialah 1.200 kg/m3. Karena daya serapnya terhadap air sangat minim, baja yang dipasang di dalam bata ringan ini pun tidak perlu dilapisi cat antikarat. Selain itu bata ringan CLC juga mempunyai beberapa kelebihan seperti bisa dipaku, mudah dipotong, daya isolasinya lebih tinggi, dan tahan terhadap api.

Perbandingan Bata Ringan AAC dan CLC
Di bawah ini merupakan perbandingan antara bata ringan AAC dan CLC, antara lain :
  1. Bata ringan AAC memiliki warna putih karena bahan bakunya berasal dari pasir silika dan kapur. Sedangkan bata ringan CLC berwarna abu-abu sebab adanya penambahan pasir sungai atau pasir tambang.
  2. Dalam ukuran dimensi yang sama, bata ringan AAC mempunyai bobot yang lebih ringan daripada bata ringan CLC. Penyebabnya terletak pada material penyusun yang berbeda dan proses pengolahannya pun berbeda pula.
  3. Pembuatan bata ringan CLC umumnya dibuat menggunakan sarana dan prasarana yang berteknologi modern sehingga kapsaitas produksinya dapat dijaga dengan baik. Di sisi lain, bata ringan AAC yang biasanya dibuat oleh industri rumahan memakai peralatan yang seadanya, maka kapasitas produksinya pun tidak begitu besar dan tidak stabil.
  4. Untuk memasang bata ringan AAC dan CLC membentuk dinding bangunan membutuhkan bahan perekat yang tidak sama. Pemasangan bata ringan AAC harus menggunakan semen khusus yakni mortar/thinbed. Sementara bata ringan CLC bisa dipasang memakai semen biasa.
  5. Dari segi harga, banderol yang melabeli bata ringan AAC dan bata ringan CLC sebenarnya tidak terlalu jauh. Kebetulan saat ini harga bata ringan AAC berkisar antara Rp750 ribuan/m3 dan harga bata ringan CLC kurang lebih sekitar Rp760 ribuan/m3. Namun bisa saja suatu saat harga AAC bisa lebih mahal ketimbang CLC, begitupun sebaliknya. 
  6. Dipasaran jenis yang paling umum ditemukan adalah AAC sedangkan jenis bata ringan CLC sangat jarang ditemukan stock di toko-toko bangunan. Hal ini mengingat stock tidak banyak dan ketersediaan material dasar yang kurang stabil.

Rabu, 19 Oktober 2016

PERBANDINGAN BATA MERAH DENGAN BATA RINGAN



ANTARA BATA MERAH DENGAN BATA RINGAN 

Penggunaan bata merah sebagai bahan pengisi dinding sudah jamak kita lihat diberbagai bangunan dari dulu hingga kini. Bahan material ini, hingga sekarang sepertinya masih punya tempat dihati masyarakat kendati sudah banyak gempuran teknologi Sipil dengan berbagai rekayasa konstruksi seperti bata ringan. Cukup bisa dimaklumi, bahwa bata merah masih lebih banyak digunakan dari pada bata ringan, karena selain sudah teruji kekuatannya, juga mendapatkannya pun tidak susah.


 
Hampir disetiap daerah menggunakan bata merah ini sebagai salah satu bahan konstruksi bangunan. Bata merah dengan ukuran 24x12x6 cm cukup murah dan mudah didapat, merupakan bata konvensional yang memiliki bahan dasar berupa tanah liat (lempung), dimana proses pembuatannya biasanya dilakukan secara tradisional (manual) atau jika merupakan industri kadang ada yang dikerjakan di pabrik, meskipun pabriknya pun menggunakan mesin yang tradisional. Karena pembuatan bata yang manual, ukuran maupun bentuk tekstur dari bata tersebut sering tidak presisi. Tetapi karena memang berada didalam dinding, kadang hal ini tidak merupakan masalah.
Teknologi sipil terus berkembang untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Atas latar belakang inilah, diciptakannya bata ringan. Bata ringan adalah material yang menyerupai beton dan memiliki sifat kuat, tahan air dan api, awet (durabel) yang dibuat di pabrik menggunakan mesin. Bata ini cukup ringan, halus, dan memiliki tingkat kerataan yang baik.
Bata ringan ini diciptakan agar dapat memperingan beban struktur dari sebuah bangunan konstruksi, mempercepat pelaksanaan, serta meminimalisasi sisa material yang terjadi pada saat proses pemasangan dinding berlangsung. Kemudian pertanyaan yang beredar dimasyarakat tentunya adalah apakah bata ringan sudah bisa menggantikan bata merah baik tinjauan dari harga, kekuatan, kemudahan mendapatkannya, motode pemasangan dan lain-lain. Agar lebih dalam, mari kita bedah satu-satu agar kita bisa mengetahui kelebihan dan kelemahan masing-masing.

BATA MERAH
 
 Bahan bangunan ini terbuat dari tanah liat dan mineral-mineral lain yang dibentuk dalam ukuran tertentu, biasanya 24x12x6 cm. Dicetak dengan ukuran tersebut, kemudian dikeringkan dibawah sinar matahari. Setelah melewati proses pengeringan, bata merah itu dibakar dalam tungku untuk membuatnya kuat dan tahan lama. Bata merah yang bagus akan keras, tahan api, tahan terhadap pelapukan, dan cukup murah, sehingga berperan penting dalam membuat dinding dan lantai.


Spesifikasi batu merah
• Berat jenis kering (ρ) : 1500 kg/m3
• Berat jenis normal (ρ) : 2000 kg/m3
• Kuat tekan : 2,5 – 25 N/mm² (SII-0021,1978)
• Konduktifitas termis : 0,380 W/mK
• Tebal spesi : 20 – 30 mm
• Ketahanan terhadap api : 2 jam
• Jumlah per luasan per 1 m2 : 70 - 72 buah dengan construction waste

Kelebihan Bata Merah
  1. Tidak memerlukan keahlian khusus untuk memasang.
  2. Ukurannya yang kecil memudahkan untuk pengangkutan.
  3. Mudah untuk membentuk bidang kecil
  4. Murah harganya
  5. Mudah mendapatkannya
  6. Perekatnya tidak perlu yang khusus.
  7. Tahan Panas, sehingga dapat menjadi perlindungan terhadap api.
Kekurangan Bata Merah
  1. Sulit untuk membuat pasangan bata yang rapi
  2. Menyerap panas pada musim panas dan menyerap dingin pada musim dingin, sehingga suhu ruangan tidak dapat dikondisikan atau tidak stabil.
  3. Siarnya besar-besar cenderung boros dalam penggunaan material perekatnya.
  4. Kualitas yang kurang beragam dan juga ukuran yang jarang sama membuat waste-nya dapat lebih banyak.
  5. Karena sulit mendapatkan pasangan yang cukup rapi, maka dibutuhkan pelsteran yang cukup tebal untuk menghasilkan dinding yang cukup rata.
  6. Waktu pemasangan lebih lama dibandingkan bahan dinding lainnya.
  7. Berat, sehingga membebani struktur yang menopangnya.
  8. Bata merah menimbulkan beban yang cukup besar pada struktur bangunan.
BATA RINGAN
Di Indonesia, setidaknya terdapat dua jenis bata ringan yang biasa digunakan untuk membuat dinding bangunan. Di antaranya meliputi bata ringan AAC (Autoclaved Aerated Concrete) dan bata ringan CLC (Cellular Lightweight Concrete). Nah, pada kesempatan ini , Kami gunakan yang umum di pasaran adalah Bata Ringan jenis AAC.
Material yang menyerupai beton dan memiliki sifat kuat, tahan air dan api, awet (durable) yang dibuat di pabrik menggunakan mesin. Bata ini cukup ringan, halus dan memiliki tingkat kerataan permukaan yang baik. Bata ringan diciptakan dengan tujuan memperingan beban strukur dari sebuah bangunan konstruksi, mempercepat pelaksanaan, serta meminimalisasi sisa material yang terjadi pada saat proses pemasangan dinding berlangsung. 

Memiliki panjang 60 cm, tinggi 20-40 cm dan tebal bervariasi 75,100, 125, 150, 175, 200 mm. Adonannya terdiri dari pasir kwarsa, semen, kapur, sedikit gypsum, air, dan alumunium pasta sebagai bahan pengembang (pengisi udara secara kimiawi). Setelah adonan tercampur sempurna, nantinya akan mengembang selama 7-8 jam.
 
Alumunium pasta yang digunakan dalam adonan tadi, selain berfungsi sebagai pengembang ia berperan dalam mempengaruhi kekerasan beton. Volume aluminium pasta ini berkisar 5-8 persen dari adonan yang dibuat, tergantung kepadatan yang diinginkan. Adonan beton aerasi ini lantas dipotong sesuai ukuran.

 

Spesifikasi
• Berat jenis kering : 520 kg/m3
• Berat jenis normal : 650 kg/m3
• Kuat tekan : > 4,0 N/mm2
• Konduktifitas termis : 0,14 W/mK
• Tebal spesi : 3 mm
• Ketahanan terhadap api : 4 jam
• Jumlah per luasan per 1 m2 : 22 - 26 buah tanpa construction waste.

Kelebihan Bata Ringan
  1. Memiliki ukuran dan kualitas yang seragam sehingga dapat menghasilkan dinding yang rapi.
  2. Tidak memerlukan siar yang tebal sehingga menghemat penggunaan perekat.
  3. Lebih ringan dari pada bata biasa sehingga memperkecil beban struktur.
  4. Pengangkutannya lebih mudah dilakukan.
  5. Pelaksanaannya lebih cepat daripada pemakaian bata biasa.
  6. Tidak diperlukan plesteran yang tebal, umumnya ditentukan hanya 2,5 cm saja.
  7. Kedap air, sehingga kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.
  8. Mempunyai kekedapan suara yang baik.
  9. Kuat tekan yang tinggi.
  10. Mempunyai ketahanan yang baik terhadap gempa bumi.
Kekurangan bata ringan
  1. Karena ukurannya yang besar, untuk ukuran tanggung, membuang sisa cukup banyak.
  2. Perekatnya khusus. Umumnya adalah semen instan, yang saat ini sudah tersedia di lapangan.
  3. Diperlukan keahlian khusus untuk memasangnya, karena jika tidak dampaknya sangat kelihatan.
  4. Jika terkena air, maka untuk menjadi benar-benar kering dibutuhkan waktu yang lebih lama dari bata biasa. Kalau tetap dipaksakan diplester sebelum kering maka akan timbul bercak kuning pada plesterannya.
  5. Harga relatif lebih mahal daripada bata merah.
  6. Agak susah mendapatkannya. Hanya toko material besar yang menjualbata ringan ini dan penjualannya pun dalam volume besar.
PERBANDINGAN HARGA BAHAN
Untuk Bata Merah Pres Mesin harga per buah adalah Rp 750,- sedangankan bata merah proses tangan harga per buahnya adalah Rp 550 - 625. Dalam 1 m2 dinding bata merah membutuhkan sekitar 70 bata. Jadi 1m2 dinding bata ringan butuh bahan senilai Rp 350 x 70 bata atau senilai Rp. 38.500,-. Bahan lain yang diperlukan adalah semen PC sebanyak 14 kg dan pasir pasang sebanyak 0,04 m3. Jadi 1 m2 bata merah butuh bahan sebagai berikut
  • 70 bata x Rp. 550 = Rp. 38.500,-
  • 14 Kg Semen PC x Rp. 1.450 = Rp. 20.300,- (Harga Semen Gresik 50 Kg adalah Rp. 71.500,-)
  • 0.04 m3 pasir pasang x Rp. 145.000,- = Rp. 5.800,-
Totalnya 1 m2 dinding menggunakan bahan bata merah adalah Rp. 64.600,- (tidak termasuk biaya tenaga ) untuk biaya tenaga ditambah kurang lebih 12% - 17% .

Sedangan Bata Ringan ada yang menawarkan dua ukuran. Yakni ukuran 600 x 200 x 100 mm yang dijual sekitar Rp 13.000,- per blok atau Rp 750.000 - 850.000,- per m3 dan ukuran 600 x 200 x 75 mm harganya sekitar Rp 8.500 per blok atau Rp 710.000 per m3. (1m3 isinya 83 biji). Dalam 1 m2 bidang dinding membutuhkan bata ringan, sebanyak kurang lebih 8,5 bata ringan. Jadi 1m2 dinding bata ringan butuh bahan senilai Rp8.500,- X 8,5 bata atau senilai Rp72.250,- per m2. Bahan lain yang diperlukan bahan perekat berupa semen instant mortar sebanyak 4 kg. Jadi 1m2 bata ringan butuh bahan sebagai berikut ;
  • 8,5 bata ringan x Rp. 8.500,- = Rp. 72.250,-
  • 4 kg mortar x Rp. 2.340,- = Rp. 9.360,-
Totalnya 1 m2 dinding menggunakan bahan bata ringan adalah Rp. 81.610,- atau sekitar Rp. 82.000,-
Perbandingan diatas merupakan perbandingan harga bahan untuk dinding tanpa plester. Jika menghitung upah pekerja, ongkos tenaga di kisaran 20% maka total biaya kisaran Rp. 98. 500,- . Bisa dilihat bahwa bata ringan lebih mahal 1.5 kali lipat lebih dari bata merah.

KESIMPULAN
Bata ringan memiliki bobot ringan namun memerlukan bahan yang mahal, sedangkan bata merah memiliki bobot lebih berat namun biaya pekerjaannya murah. Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa jika pembangunan bangunan rendah seperti rumah tinggal disarankan untuk memakai material bata merah saja, karena dapat menekan pengeluaran untuk pekerjaan pasangan dinding.

Sedangkan untuk proyek pembangunan bangunan tinggi disarankan untuk memakai material bata ringan sebagai pasangan dinding, karena sifatnya yang ringan dapat mengurangi beban yang membebani konstuksi gedung sehingga dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk struktur bangunan. (Oleh: Rudi Dewanto, Image dari berbagai sumber/foto:istimewa)

Rabu, 25 Februari 2015

Wastutata Utama

Wastutata Utama kami adalah sebuah Studio Desain Arsitektur, Pelaksana dan Pengawas Bangunan Gedung. Baik itu Hunian, Perumahan, Perkantoran, Ruko sampai dengan Gudang. Wastu diambil dari kata Vastu yang berarti Bangunan. Fokus kami adalah menghasilkan sebuah Rancangan Arsitektural yang memenuhi standar kenyamanan bagi Owner, dan memiliki Citra Arsitektur bernilai. Baik itu Gaya Minimalis, Modern, Klasik, Postmodern, kami dapat mengerjakannya.
Bersama kami , tim perencana  dan pelaksana yang telah berpengalaman di bidang rancang bangun gedung.


Tahap - tahap perencanaan kami lakukan dengan seksama dan detail dalam wujud gambar kerja 2D dan gambar presentasi dalam wujud 3D. Pelayanan kami sampai pada Perhitungan Rencana Biaya yang dibutuhkan. Anda akan kami bantu menyesuaikan budget anda dalam mewujudkan sebuah Hunian ataupun RUKO / RUKAN.

Kami juga melaksanakan pekerjaan fisik dan pengawasan. Selama proses pembangunan, kami akan bertindak sebagai pelaksana dan pengawas yang mewakili dan mendampingi Owner di lapangan. Quality Control sangat kami jaga sehingga hasilnya maksimal dan memuaskan.

Kami berlokasi di Madiun. bagi anda yang ingin membangun baru ataupun renovasi kami dapat membantu anda mewujudkan keinginanan anda tersebut secara optimal.

Bersama Kami, Wujudkan Ide Arsitektural 
untuk Lingkungan Nyaman Dan Berkualitas


CV.Wastutata Utama Studio
Contact Person:
Hernawan Setya B, ST.
Perum Taman Puspa Regency B3
Jl Dawuhan Banjarejo
Madiun - JATIM
Phone / Fax : +62 351 2810006 /  fax 0351 491980
Mobile/sms: 08125951836
E-Mail : wastutata@yahoo.com | hertinjung@gmail.com

Work in Progres Exterior dan Interior

PEKERJAAN SEDANG BERJALAN SAAT INI (WIP)
WASTUTATA STUDIO



 desain : wastutata 2016 | Lokasi : Madiun Kota || Progress : On Progress Agustus 2016 - Sekarang




 View from back Terace

View From Pool Corner

 Desain: wastutata 2016 | Lokasi : Madiun Kota | Progress: On Progress Oktober 2016 - Sekarang





Entrance from terace
front view complete progress






front view in progress
Hunian Pribadi Tipe 200 M2
Design : Wastutata CV


Built :  Agustus 2015 -Complete 2016


 

ATM Center di sudut area RSU Soedono Madiun
Design : Wastutata CV -2013
3d Image/foto : Wastutata
Proposed for RSU. Soedono - Madiun
Built :  Maret 2015



Sekolah Menengah Atas di Madiun
Design : Wastutata CV -2012
3d Image/foto : Wastutata
Proposed for SMAN di Madiun



Interior Pelayanan Kantor Pajak Madiun
Design : Wastutata CV -2011
3d Image/foto : Wastutata
Complete Built


 
 Griya Pribadi Madiun - Front


Griya Pribadi - Josenan Madiun
Type: 203/133
Design : Wastutata CV -2011
3d Image/foto : Wastutata
Complete Built 2011


Griya Pribadi Magetan - Front Final
Griya Pribadi Magetan - Front

Griya Pribadi Magetan - Front

Griya Pribadi - Magetan
Type: 280/375
Design : Wastutata CV -2010
3d Image/foto : Wastutata
Complete Build: 2010



Griya Pribadi  - Sidorejo Wonoasri Madiun
Type : 120/98
Design : Wastutata CV. - 2010
Foto/3d image : Wastutata
Complete Build 2010




Gedung ASKES / BPJS - RSU Sudono Madiun
Type : Office Building
Design : Wastutata CV. - 2011
Foto/3d image : Wastutata
Complete Build Oktober 2011



Griya Asri Keniten - Ponorogo
Type: Sudut 72/145
Design : Wastutata CV -2009
3d Image: Wastutata
Build: 2009 - 2010 in Progress


Taman Salak Residence - Alternatif Design type 45/93
Design : Wastutata CV -2009
3d Image: Wastutata
Build: 2009 - 2010 in Progress


Taman Salak Residence - Madiun
Type : 45/93
Design : Wastutata CV -2009
3d Image: Wastutata
Build: 2009 - 2010 in Progress

Hunian Bpk Sunardi - Kaibon Madiun
Design : Wastutata CV -2010
3d Image: Wastutata
Build: 2010 in Progress

Hunian - Ngawi Madiun
Design : Wastutata CV -2010
3d Image: Wastutata
Build: 2010 in Progress


Pra Rancangan Kantor - KPP in Madiun
Design : Wastutata CV - Wahana Pratama CV
Constructor : ...
3d Image: Wastutata
Build: 2010 in Progress

Kantor - PT.Askes (Persero)
Design : Wastutata CV -2009
Constructor : CV. PRSJ
3d Image: Wastutata
Build: 2009 in Progress


Kantor - Madura
Design : Wastutata CV -2008
Constructor : Sumber Rejeki CV.
3d Image: Wastutata
Build: 2009 in Progress


Rumah Bpk Budi Ganefianto - Madiun
Design : Wastutata -2008
3d Image: Wastutata
Build: 2008 in Progress


RSH Type 45/96 - Taman Salak Indah Madiun
Design : Lucia 2008
3d Image: Wastutata
Complete Build: 2008

Rumah Bpk. Widhi - Madiun
Design : Wastutata Utama 2008
3D image : Wastutata
Built : 2008 in progress

Rumah Bpk. Kapt. Heri - Semarang
Design : Wastutata Utama 2008
3d Image : Wastutata (still draft)
Built : 2009 in progress

Masjid Kuncen Madiun
Design : Wastutata & Bangun Gatra
3D Image: Wastutata
Complete Build : 2008

Gedung Lembaga Pendidikan Magistra Utama madiun
design Wastutata : 2008
Complete Build : 2008
Contractor : Cv. Adhijaya